Konten pornografi begitu banyak
bertaburan di internet, dalam bentuk tulisan, audio, gambar, foto maupun video.
Konten tersebut bisa terdapat di setiap aplikasi : media sosial, game, chat
messenger, situs, dan sebagainya.
Dengan adanya internet, para
produsen pornografi memang semakin mudah menyebarkan produknya dalam beragam
bentuk. Sekali orang melihat pornografi, sulit untuk berhenti untuk melihatnya
lagi dan lagi, dan akhirnya mengalami kecanduan. Randy Hyde, seorang psikolog
terapis pornografi mengatakan bahwa sekali tombol ON itu menyala, tak mudah
untuk dimatikan.
Proses kecanduan pornografi
Sumber gambar : google.com
Kecanduan pornografi dapat
menyebabkan orang mengalami kerusakan otak di bagian otak Pre Frontal Cortex (letaknya di atas alis kanan). Tingkat
kerusakannya setara dengan kerusakan otak pada orang yang mengalami kecelakaan
mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi (Dr. Donald Hilton Jr, ahli bedah
otak dari University of Texas). Akibat kerusakan otak di bagian tersebut,
seorang pecandu pornografi tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat sesuai
logika, aturan dan norma, dan ia beresiko kehilangan kontrol diri lalu
melakukan adegan porno yang pernah dilihatnya. Contohnya banyak pelaku
kejahatan seksual melakukan perbuatannya setelah menonton pornografi.
Kawan tahu, ciri-ciri pecandu pornografi? Cek di bawah.
- Bila ditegur dan dibatasi penggunaan smartphone atau laptopnya akan marah, melawan, berkata kasar bahkan keji.
- Mulai impulsif, berbohong, jorok, moody.
- Malu tidak pada tempatnya.
- Sulit berkonsentrasi.
- Jika bicara menghindari kontak mata.
- Menyalahkan orang.
- Secara emosional menutup diri.
- Prestasi akademis menurun.
- Main dengan kelompok tertentu saja.
- Hilang empati, yang diminta harus diperoleh segera.
Menurut Victor B. Cline, ketika pertama kali seseorang terpapar
pornografi, ia mungkin merasa terkejut dan merasa jijik, takut, tidak nyaman.
Gambar porno yang menerpanya lewat mata langsung diolah oleh pusat perasaan di
otak, dan mendorong otaknya memproduksi zat kimia yang bernama dopamin. Dopamin
membuat orang tersebut lebih fokus, terangsang, puas, senang dan membuatnya
kecanduan untuk ingin melihat lagi dan lagi. Kemudian, ia akan bosan dan
berkurang gairahnya jika melihat konten pornografi yang itu-itu saja, dan
mencari yang lebih tinggi lagi tingkatannya. Seorang pecandu akan sampai pada
tahap acting out, yakni tak dapat mengendalikan dirinya untuk melakukan hal-hal
buruk.
Data Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2015 menyebutkan bahwa ada 90 %
dari 2064 siswa SD kelas 4 sampai 6 di Jabodetabek mengaku pernah melihat
pornografi, sebagian besar melalui internet. Para pebisnis ponrografi memang
menyasar anak-anak agar terpapar pornografi, terutama anak laki-laki yang belum
‘mimpi basah’, yang cerdas dan peka perasaannya serta yang sangat spiritual.
Anak-anak yang mengalami kondisi BLAST (Bored/bosan, Lonely,merasa sendiri, Angry/marah atau Afraid/takut,
Stress/merasa tertekan, Tired/lelah) juga sangat rentan terhadap paparan
pornografi.
Jika anak yang mengalami kondisi ini memperoleh rasa nyaman hanya dari
melihat pornografi, ia cenderung melihatnya kembali. Jika ia tidak berhasil
menemukan pornografi, maka ia akan merasa gelisah.
Mark Kastleman, seorang terapis kecanduan pornografi di Amerika
Serikat mengatakan, bahwa para pebisnis pornografi, menginginkan anak-anak
memiliki ‘perpustakaan pornografi’ di otaknya, yakni memori berisi koleksi
gambar/video berisi pornografi yang bisa ‘dipanggil’ kapan saja ia mau. Para
pebisnis pornografi juga menargetkan anak-ank yang kecanduan pornografi mengalami
kerusakan otak permanen, dan akhirnya menjadi pelanggan pornografi seumur hidup
serta melakukan hubungan seksual sedarah (dengan saudaranya atau orangtuanya).
Tips untuk kawan mengatasi candu pornografi :
- Kemauan dan niat
Hal yang mendasar
adalah kawan punya kemauan dan niat untuk berhenti melihat sesuatu yang berbau
pornografi. Yakinkan diri kawan jika kawan bisa melakukannya, demi kehidupan
yang lebih baik.
- Menyibukkan diri
Kecanduan
pornografi mungkin berawal karena kesendirian, bosan, dan tidak dapat
memikirkan hal yang lebih baik untuk kawan lakukan. Buat jadwal rutinitas olah
raga atau bidang positif lain atau komunitas dalam bidang sosial misalnya yang
bisa kawan geluti.
- Selalu konsisten
Kawan harus
konsisten dengan kemauan dan niat kawan untuk tidak lagi melihat konten
pornografi. Juga konsisten terhadap rutinitas yang sudah dijadwalkan oleh kawan
agar tidak ada yang terlewatkan.
- Mendekatkan diri pada Tuhan
Dekatkan diri
kawan dengan Tuhan dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Dari berbagai sumber.

0 komentar:
Posting Komentar