Sumber gambar : google.com
Kecenderungan remaja untuk bersikap ingin tahu dan menjelajahi lingkungan
disekitarnya membuat mereka rentan terhadap informasi atau pengaruh dari luar.
Kadang informasi atau pengaruh yang didapatkan dapat berakibat negatif dan
mendorong remaja untuk melakukan perilaku yang membahayakan dirinya sendiri,
bahkan melakukan perilaku seks berisiko. Maka itu remaja perlu dibekali dengan
informasi mengenai hal apa saja yang bisa terjadi akibat perilaku seks yang
berisiko, sehingga keputusan apapun yang dibuat olehnya didasarkan atas
pemahaman yang baik akan risiko yang mungkin terjadi.
Perilaku seksual
itu apa sih?
Segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan
jenis maupun sesama jenis.
Kenapa remaja perlu
tahu risiko dari perilaku seksual?
Setelah melewati masa pubertas, maka alat reproduksi remaja sudah mulai
berfungsi, sehingga akan timbul dorongan seksual pada diri remaja, namun banyak
hal yang perlu dipikirkan sebelum remaja melakukan hubungan seksual. Nah,
dengan remaja tahu apa saja risiko dari perilaku seksual mereka akan lebih bisa
menjaga diri mereka sendiri dan menghindari melakukan hal-hal tersebut.
Konsekuensi dari
perilaku seksual itu apa saja?
Terdapat beberapa konsekuensi dari perilaku seksual tidak aman di usia dini
antara lain ada KTD atau Kehamilan Tidak Diinginkan yang menyimpan banyak
risiko lagi dan juga risiko terkena IMS atau Infeksi Menular Seksual.
Untuk Kehamilan
Tidak Diinginkan atau KTD itu menyimpan risiko apa saja?
Ada risiko biologis. Kehamilan di usia remaja memiliki risiko medis yang
cukup tinggi. Hal ini karena belum matangnya organ reproduksi. Otot-otot rahim
pada usia remaja belum cukup baik kontraksi. Ada risiko psikologis. Remaja
belum siap menjadi orang tua yang bertanggung jawab. Menjadi orang tua
memerlukan kesiapan dan kematangan psikis dan mental, sikap dan perilaku.
Remaja juga belum menyelesaikan studi ke jenjang dimana remaja bisa
menghasilkan uang untuk membiayai anak yang dilahirkan. Juga ada risiko sosial.
Kehamilan yang tidak diinginkan juga dapat menghalangi remaja untuk dapat
meraih cita-cita seperti teman-teman di sekolah atau di kampus, terutam remaja
perempuan yang harus melalui tahap hamil, melahirkan dan menyusui.
Secara sosial pun biasanya pasangan yang hamil di usia remaja, apalagi yang
belum menikah akan menghadapi tantangan yang cukup berat. Menurut hasil
baseline survei OTMI di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Manggarai
Barat pada tahun 2014, perasaan yang muncul biasanya adalah menyesal karena
merasa mempermalukan orang tua, malu dengan pandangan negatif keluarga besar
dan lingkungan sekitar, dan juga sakit hati dengan perlakukan lingkungan
sosialnya tersebut. Mereka juga biasanya segan untuk melanjutkan sekolah atau
kampus, terutama di sekolah atau kampus yang sama.
Nah, itu tadi
risiko dari Kehamilan Tidak Diinginkan. Bagaimana dengan Risiko dari Infeksi
Menular Seksual?
IMS adalah infeksi atau penyakit yang penularan utamanya melalui hubungan
seksual yang tidak aman. Ada beberapa IMS yang kawan remaja (mungkin) sudah
sering dengar. Ada HIV dan AIDS yang merupakan salah satu IMS yang ditularkan
melalui hubungan seksual tidak aman. HIV menular melalui sperma dan cairan
vagina, juga ASI. Ada sifilis atau raja singa. Yang ini selain menular melalui
kontak seksual, bisa juga terinfeksi melalui luka kecil atau lecet di kulit
atau selaput lendir dan berciuman. Ada juga Gonore, yang ditularkan melalui
hubungan seksual lewat alat kelamin perempuan, oral dan anal. Dan beberapa IMS
lain seperti herpes dan klamidia.
Untuk aborsi
sendiri, apa itu juga masuk risiko perilaku seksual?
Ya, benar. Aborsi juga masuk dalam risiko perilaku seksual.
Banyak remaja kemudian melakukan aborsi atau pengguran kandungan. Tetapi
melakukan aborsi dengan cara tidak aman, sangat berbahaya bagi fisik dan akan
mengganggu perasan dan pikiran. Aborsi yang aman hanya bila dilakukan oleh
dokter ahli. Tapi, saya tidak bilang disini kawan remaja boleh aborsi loh.
Saran saya, jika ada masalah apapun termasuk urusan kehamilan tidak diinginkan
atau diluar nikah, diskusikan dengan orang tua atau orang yang dipercaya dapat
memberikan solusi untuk penyelesaian masalah dari kawan remaja. Kami dari
Tenggara siap mendampingi atau mendengarkan isi hati kawan remaja, pastinya
kerahasiaan terjaga di Tenggara.
Bagi yang mau bertanya lebih mengenai kesehatan reproduksi atau mau
curhat masalah remaja bisa hub. Aja ke-
Youth Center Tenggara – PKBI NTT
Jl. Basucki Rahmad No. 2 Naikolan (Samping Kantor Gubernur Lama)
Hot linenya ke : 085338378781
SMS/WA ke : 085338378781
E-mail : yctenggarantt@gmail.com
Facebook :
Tenggara NTT
Instagram :
yctenggarantt


0 komentar:
Posting Komentar