latest Post

POSTING GAK YA ?




Sumber gambar : google.com



Tren media sosial dapat membuat netizen terjerumus dalam situasi yang memalukan. Ini akibat dari memposting apa saja di media sosial miliknya. Ada netizen yang dirundung maku karena menjadi sasaran bullying akibat postingannya yang ‘marah-marah’ kepada pihak lain. Ada juga yang diancam penjara karena mengkritik pemerintah daerah maupun pimpinan perusahaan. Jadi, tidak semua hal pantas kita sebarkan di media sosial. Sebelum mengupdate status media sosial kawan, pikirkan beberapa hal di bawah ini :
1.       Cepat tapi Tak Tepat
Di media sosial maupun media online lainnya, orang seolah berlomba-lomba menyebarkan kabar, ingin dianggap paling dahulu atau paling cepat menyebarkan sesuatu. Demi mengejar kecepatan, akhirnya mengabaikan ketepatan. Sudah merasa cepat mengupdate status, ternyata informasinya tidak tepat, bahkan salah. Ini sangat memalukan dan merusak reputasi kawan. Jadi kalau belum yakin atas ketepatan informasi, pikirkan sekali lagi : posting gak ya?
2.       Hindari Copas atau Plagiat
Hampir sama dengan poin pertama, ini adalah soal kesoktahuan. Ada saja netizen yang menuliskan informasi dengan tujuan ingin dianggpa tahu banyak hal. Padahal informasi yang ia baca dari sumber yang sama-sama dibaca oleh jutaan orang. Sebaliknya informasi publik yang kawan sampaikan di media sosial, disebutkan juga sumber atau referensinya. Hal ini selain menghargai ilmu pengetahuan, juga menjaga reputasi kawan dari cemoohan sebagai spesialis copas (copy/paste) atau plagiator.
3.       Kesal? Jauhkan jarimu dari Gadget
Orang yang sedang marah atau kesal biasanya sulit mengontrol diri. Di zaman media sosial ini, apa yang dikesalkan biasa dilampiaskan di media sosial. Coba saja baca kembali status pelampiasan marah kawan saat rasa kesal kawan hilang, atau saat kawan sudah tenang. Bisa-bisa merasa malu sendiri. Jika hanya sekedar malu masih belum seberapa. Bayangkan perilaku kawan seperti netizen yang marah-marah di sebuah SPBU lalu dilampiaskan di salah satu akun media sosialnya. Akhirnya ia direpotkan dengan urusan tuntutan hukum yang bisa mengantarnya ke penjara. Jadi, jika sedang kesal, sebaiknya jauhkan diri dari gadget.
4.       Sampaikan ke Orangnya Saja
Jika kawan punya masalah dengan seseorang, sebaiknya tidak diposting di media sosial. Harus kawan bedakan mana ranah pribadi dan mana ranah publik. Sampaikan saja masalah kawan langsung kepada orang tersebut, sebab mengumbarnya di media sosial, bukannya menyelesaikan persoalan malah bisa menjadi boomerang jika yang bersangkutan mengadukan kawan ke polisi dengan pasal karet yang sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang gede ambek, yaitu pasal 27 ayat 3 UU ITE.
5.       Tahan Diri, Teliti Kembali
Jika mendapatkan sebaran informasi baik berupa teks, gambar, link berita, sebaiknya teliti kembali apa yang kawan dapatkan. Tahan diri untuk menyebarkan (share) informasi tersebut, sebab bisa jadi apa yang kawan sebarkan adalah berita bohong, berita yang dibuat oleh media online yang berprinsip asal cepat walau kurang tepat dan tidak akurat, atau gambar HOAX.
6.       Jadi Nggak Boleh Mengkritik?
Jangan salah paham. Jadikan media sosial sebagai media untuk menyampaikan kabar yang benar dan kritik terhadap yang tidak baik. Lakukan kritik jika itu bermanfaat untuk kepentingan publik. Namun tetap sampaikan dengan bahasa yang baik dan tidak melanggar hukum dan norma sosial.


Sumber : 17 Rumus Keren #internetbaik

About TENGGARA YOUTH CENTER

TENGGARA YOUTH CENTER
Recommended Posts × +

1 komentar:

  1. Free Spins | Shootercasino happyluke happyluke 메리트카지노 메리트카지노 356sky sports bet【VIP】best online casino bonuses for real money

    BalasHapus